Kamis, 18 Oktober 2018
Sabtu, 07 Jul 2018, 01:17:06 WIB, 51 View Administrator, Kategori : Berita Daerah

Sungailiat – Pemkab Bangka terapkan  pembayaran retribusi pasar dengan sistem non tunai (elektronik) kepada para pedagang Pasar Kite Sungailiat, Pasar Atas Sungailiat dan Pasar Kenanga.

Hal tersebut seperti dikatakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Dinakerperindag) Kabupaten Bangka, Thony Marza, AP, Rabu (04/07/18) saat diwawancarai sebelum acara Launching Acara di Taman Kota Sungailiat.

“Jadi Pembayaran Retribusi Pasar dengan Sistem Non Tunai ini akan kita Launching hari ini dengan mengundang 244 pedagang dari Pasar Kite, Pasar Atas dan Pasar Kenanga ya yang mana nanti akan kita evaluasi dari 244 pedagang tersebut kemudian nanti finalnya akan kita berlakukan kepada seluruh pedagang pasar yang ada di Kabupaten Bangka ya,”ungkap Thony Marza.

Thony Marza menyampaikan keunggulan dari Pembayaran Retribusi Pasar dengan Sistem Non Tunai tersebut agar lebih transparan, dan akuntabel dan mempermudah para pedagang dalam melakukan pembayaran retribusi pasar setiap harinya.

“Jadi pada dasarya kelebihan dari Pembayaran Retribusi Pasar dengan Sistem Non Tunai ini uang tersebut akan langsung masuk ke kas Pemda ya, jadi uang tersebut tidak melalui perantara juru pungut lagi ya, dan uang yang masuk tersebut lengkap dengan data daripada pedagang tersebut, jadi intinya jelas uangnya tersebut berasal dari siapa dan jumlahnya berapa. Tentu sistem ini akan mempermudah para pedagang ya dalam membayar yang mana tentu hal ini lebih transparan dan akuntabel sehingga bisa dipertangggung jawabkan kepada siapapun,”ungkap Thony Marza.

Lebih lanjut Thony Marza mengatakan pada pelaksanaannya nanti bahwa para pedagang akan didatangi oleh juru pungut retribusi di lapangan dengan membawa alat scan guna mendata pembayaran yang dilakukan oleh pedagang.

“Seperti ini nanti cara kerjanya para pedagang akan didatangi oleh juru pungut ya dengan membawa alat untuk men-scan kartu tersebut setiap hari ya, jadi saldonya akan otomatis berkurang degan sendirinya ya sesuai dengan tarif Retribusi yang berlaku dan bilamana saldo habis pedagang dapat menghubungi petugas yang ada dilapangan untuk dipandu dalam prosedur pengisian saldo kembali dengan pengisian saldo minimal Rp 25.000 hingga Rp 5.000.000,”ungkap Thony Marza.

Thony Marza menambahkan tujuan diberlakukan sistem pembayaran retribusi pasar dengan sistem non tunai tersebut guna mewujudkan masyarakat yang terkhususkan para pedagang agar tertib secara administratif.

“Pada dasarnya kita memberlakukan sistem Pembayaran Retribusi Pasar dengan Sistem Non Tunai ini agar masyarakat dapat lebih tertib secara administrasi ya terutama pedagang yang menjadi titik tujuan disini,”pungkas Thony Marza.

Untuk itu Thony Marza berharap agar penerapan pembayaran retribusi pasar dengan sistem non tunai tersebut mampu terus meningkatkan masyarakat khususnya para pedagang tertib secara adminitasi kedepan.

Pada kesempatan yang sama, Icon (54) selaku pedagang kaset Pasar Atas Sungailiat mengatakan bahwa dirinyi mendukung sepenuhnya program Pemkab Bangka tersebut dan dirinya percaya bahwa sistem yang akan diterapkan tersebut mampu mempermudah dirinya dan para pedagang lain dalam melakukan pembayan retribusi tersebut.

“Saya selaku pedagang merasa program ini sangat membantu kami dalam hal membayar retribusi ya, hal itu dikarenakan kita tidak usah repot-repot lagi untuk sibuk memberikan uang tunai setiap harinya kepada juru pungut, tinggal kita tempelkan kartu saja, dan uangnya pun kita tahu kemana masuknya dan jelas, intinya saya sangat mendukung,”tutup Icon. (Pemkab Bangka)





Tuliskan Komentar